
Upaya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin dalam memperkuat program ketahanan pangan kembali mendapat pengakuan. Satuan kerja ini menjadi tujuan studi tiru bagi dua UPT Pemasyarakatan di Sumatera Selatan terkait keberhasilan pengelolaan budidaya melon inthanon melalui green house.
Lapas Kelas I Palembang menjadi UPT pertama yang melakukan kunjungan pada 17 November 2025, disusul oleh Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin pada 8 Desember 2025. Dalam kegiatan itu, peserta studi tiru memperoleh penjelasan langsung mengenai proses budidaya, pola perawatan intensif, serta tata kelola panen yang telah dikembangkan secara sistematis oleh Lapas Banyuasin.
Sebagai UPT percontohan, Lapas Kelas IIA Banyuasin telah menunjukkan capaian signifikan. Selama tahun 2025, green house yang dikelola berhasil memproduksi lebih dari satu ton melon premium, menjadikan program ini bukan hanya mendukung kebutuhan ketahanan pangan, tetapi juga menghadirkan sarana pembinaan kerja bagi warga binaan yang berorientasi pada kemandirian.
Guna memperluas kapasitas produksi, lapas kini tengah membangun satu unit green house baru yang mampu menampung hingga 1.000 bibit melon. Fasilitas tambahan ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat program pembinaan pertanian modern bagi warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dua UPT yang memilih Lapas Banyuasin sebagai lokasi pembelajaran. “Kami merasa terhormat dapat menjadi rujukan bagi UPT lain dalam pengembangan ketahanan pangan. Kepercayaan ini menjadi pendorong bagi kami untuk terus berinovasi dan memperluas dampak positif program pembinaan kemandirian di lingkungan Pemasyarakatan,” ungkapnya.
Penulis : M Fadhil Maulidin


